LOGO KEGIATAN HIMMAKA

Logo kegiatan HIMMAKA ketika mengisi liburan semester. TRY OUT dan TRAINING MOTIVATION.

KEGIATAN KECAP

Foto bersama setelah kegiatan KECAP.

FOTO KEGIATAN TRY OUT dan TRAINING MOTIVATION

Foto bersama: Anggota HIMMAKA dan Kepala Dinas Pendidikan .

FOTO KETUM HIMMAKA

FOTO ketum dan yang di belakangnya lagi numpang GAYA AJA.

MAKAN BERSAMA

FOTO makan bersama setelah lelah melaksanakan kegiatan.

EKSIS nieeeee

Numpang eksis akhhh hehehe.

Mengenang BAKSOS

FOTO kegiatan baksos di cipicung .

Rabu, 03 April 2013

Potensi Daerah


Salah satu kegiatan kemasyarakatan dalam kegiatan baksos kemarin adalah dialog mengenai Potensi Daerah. Dalam mengembangkan potensi daerah, tidak terlepas dari peran sumber daya manusianya dalam mengolah dan mengembangkan sumber daya alam sebagai potensi dan ciri  dari daerah tersebut. Dalam kegiatan baksos Himmaka Bandung (6/7), masyarakat Desa Cibunut mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan pembina Himmaka Bandung bapak HY. Untung, S.Pd. Menurut HY. Untung, S.Pd., Yang biasa disapa mang Untung, dalam mengembangkan potensi suatu daerah ada tiga faktor penting yang harus diperhatikan, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya sosial.
Pada dasarnya SDM ini dituntut untuk memiliki kreatifitas sehingga mampu menggali potensi yang dimiliki dan mendapatkan kualitas SDA yang baik. Untuk mendapatkan kualitas SDA yang baik, maka dibutuhkan kualitas SDM yang baik pula, terlebih potensi yang dimiliki desa Cibunut 90% adalah sayuran (SDA).

Berbicara mengenai sumber daya sosial, menurut mang Untung karang taruna dinilai sebagai SDS yang menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas, kreatifitas, dan kompetensi SDM dalam menggali SDA sehingga potensi di daerah tersebut dapat dikembangkan tidak hanya untuk masyarakat desanya sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar luar. Paradigma masyarakat tentang ketidaksesuaian antara pendidikan dengan pekerjaan yang nantinya akan digeluti  hendaknya segera kita hilangkan. Seperti halnya masyarakat desa Cibunut, menghilangkan paradigma tersebut merupakan tugas pertama yang harus segera dikerjakan karang taruna dalam meningkatkan kompetensi SDM.
Tugas utama kita adalah mampu berfikir dan bergerak untuk meningkatkan kualitas SDA, SDM, dan SDS sehingga mampu menggali potensi daerah kita dan potensi tersebut bisa sampai pada masyarakat luar juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Dwi.a/red)

HIMMAKA Post-Edisi 1

Mengungkap Tabir Cibunut


Dulur-dulur tahu dimana Cibunut??? Sudah seharusnya kita sebagai warga Majalengka yang baik serta cinta tanah air tahu tentang daerah-daerah sekitar Majalengka. Berada di daerah selatan kota Majalengka, dan berada di kaki gunung Ciremai. Desa Cibunut ini merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Argapura. Bisa dibayangkan dengan keberadaannya yang ada di kaki gunung Ciremai, Desa Cibunut ini memiliki pesona alam yang sangat indah dan udara yang masih jarang terjamah oleh udara-udara kotor seperti di kota. Terdiri dari empat blok/dusun, yaitu blok Desa, blok Wetan, blok Kulon, dan blok Cukangsari. Dan Ini merupakan desa dimana Himmaka Bandung melaksanakan Kibar Bakti Sosial 2012.
Ada beberapa hal yang akan membuat kita kagumi dari desa ini, dan ini merupakan nilai potitif dari kualitas sumber daya manusianya.
Pertama adalah budaya gotong royong yang masih terasa kental, sehingga dapat mewarnai, menjaga, serta melestarikan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat yang madani, terasa saat pelaksanaan baksos kita kemarin. Kita disambut bahkan dilayani dengan baik dan ramah oleh warga desa Cibunut. Kedua adalah semangat api yang membara tak pernah padam anak-anak cibunut untuk menuntut ilmu meskipun jarak tempuh sekolah sangat jauh dengan tempat tinggal mereka, dan belum adanya sekolah untuk tingkat SMP dan SMA.
Yang ketiga juga tidak kalah menarik, yaitu permainan olah raga bola volly desa tersebut dari anak-anak, remaja, sampai yang tua sangat profesional dalam memainkan si kulit bundar tersebut. Salah Satu tim mereka yang ternama adalah citra (Cibunut terampil), permainan yang khas, smas-smas yang menusuk, servis-servis yang mematikan langkah, dipadu dengan kekuatan yang diolah secara alami serta didukung oleh jampi-jampi yang sangat manjur membuat nama citra pernah diatas awan. Keempat adalah tentang keagamaan, memang secara fakta untuk ilmu keagamaan anak-anak desa Cibunut kurang memadai. Namun dilihat dari sudut pandang pengajarnya yang sangat luar biasa, tanpa lelah memberi ilmu dunia dan akhirat, selalu bersabar dalam mendidik, serta memberikan ilmu dan pengalaman tanpa pamrih. Luar biasa pengorbanan yang diberikan oleh pengajar-pengajar ngaji tersebut, kita do'akan bersama-sama amal perbuatannya dibalas 7 kali lipat oleh Allah SWT.
Yang terakhir yaitu mojang-mojang Cibunut, yang memberikan rasa betah tersendiri bagi dulur-dulur Himmaka saat baksos kemarin. Hal yang benar-benar dikagumi adalah alam yang sangat luar biasa subur, indah, dan udara segar pegunungan. Untuk itulah bukan hal yang sangat asing lagi, jika dalam kegiatan baksos kemarin dulur-dulur Himmaka sering mendapat bantuan khususnya dari hasil panen sayuran. Namun, hal yang sangat disayangkan petani disana selalu menjadi korban ganasnya bandar-dandar sayur, akibat patokan harga yang sering diberikan para bandar dan kurangya manajemen marketing yang baik.
Desa Cibunut sebagai salah satu aset Majalengka yang perlu dijaga dan dikembangkan potensinya. Untuk itu, sebagai para putra daerah kita sudah sepantasnya menjadi pendorong dan penggerak dalam mengembangkannya.
(Arif.Martianto)

HIMMAKA Post-Edisi 1

HIMMAKA Untuk Majalengka

HIMMAKA Bandung sebagai organisasi kedaerahan mahasiswa Majalengka yang berada di Bandung dan senantiasa  tetap memiliki  rasa cinta terhadap lemah cai Majalengka. Sebagai bentuk rasa cintanya tersebut, Himmaka bergerak dan membuktikan bahwa rasa cintanya kepada Majalengka bukan sebagai wacana saja. Dengan tujuan menumbuhkan jiwa sosial dan mengabdikan diri kepada masyarakat, terlebih mengingat mahasiswa sebagai Agent Social of Change, melalui  Himmaka inilah mahasiswa asal Majalengka mencoba memberikan pengabdiannya terhadap masyarakat dan Majalengka dengan diadakannya kegiatan “Kibar Bakti Sosial”.
Kegiatan Bakti Sosial bukanlah hal yang baru bagi dulur-dulur Himmaka Bandung, karena kegiatan ini merupkan agenda tahunan dalam mengisi libur panjang semester genap. Untuk lokasi kegiatannya sendiri dilaksanakan di Desa Cibunut, Kec. Argapura, Kab. Majalengka. Berada di sebelah “kidul” Kab. Majalengka dan berada di daerah pegunungan menjadi daya tarik tersendiri bagi desa Cibunut untuk dijadikan lokasi baksos. Udara dingin gunung Ciremai, dan jarak tempuh yang cukup jauh bukan penghalang yang begitu berarti dalam melaksanakan kegiatan baksos ini. 
Selama kurang lebih satu bulan, yaitu dari mulai tanggal 18 Juni sampai 16 Juli, kegiatan baksos tersebut dilaksanakan. Kegiatan ini juga dilaksanakan berdasarkan salah satu pedoman tri dharma perguruan tinggi yaitu “pengabdian”. Dengan bertemakan “Kawula muda nu ngawangun bangsa ku pangaweruh tur agama” Himmaka Bandung mencoba mengaktualisasikan dirinya untuk Majalengka. Banyak kegiatan yang kami laksanakan di sana baik dari segi kependidikan, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Untuk bidang pendidikan, yaitu memberikan bimbingan belajar kepada siwa tingkat SD berupa kursus  Bahasa Inggris, Teknik Informasi, serta membaca, menulis, dan berhitung (CALISTUNG) untuk tingkat KOBER. Bidang keagamaan sendiri dilakukan setelah kegiatan bimbingan belajar yang biasanya dilakukan siang hari, dan untuk sore harinya memberikan pengajaran baca dan tulis Al-qur’an, pengajian, dan Tabligh Akbar. Untuk bidang kemasyarakatan meliputi Diskusi dengan pemuda dan tokoh-tokoh masrarakat.
Selain itu juga diadakan penyuluhan-penyuluhan. Contohnya saja mengadakan dialog mengenai KUKM, Menejerial Karang Taruna, dan Potensi Desa. Ikut berpartisipasi dan mengadakan hiburan, perlombaan-perlombaan dan  kerja bakti bersama masyarakat setempat juga dilakukan untuk lebih berbaur dengan masyarakat dan mempererat rasa kekeluargaan..  
Menurut HY. Untung, S. Pd., selaku pembina Himmaka Bandung, kegiatan bakti sosial ini sangat baik dilakukan karena merupakan bentuk pembelajaran bagi dulur-dulur Himmaka Bandung bagaimana caranya bermasyarakat. “Kegiatan bakti sosial ini dikatakan berhasil apabila memberikan perubahan yang positif bagi masyarakat, khususnya masyarakat Desa Cibunut ini serta bagi dulur-dulur Himmaka Bandung”, ujar mang Untung.
Semoga setelah dilaksanakannya kegiatan bakti sosial ini HIMMAKA Bndung dapat memberikan  perubahan, manfaat dan dorongan semangat membangun kepada masyarakat desa Cibunut.
(Nurlailla/red)

HIMMAKA Post-Edisi 1

Sabtu, 09 Maret 2013

Project Antologi Cerpen

Assalamu'alaikum,
Selamat Pagi dulur-dulur Himmaka sekalian!
Perkenalkan, saya Admin yang baru.

Kali ini, saya akan memberikan sebuah info sekaligus pengumuman bagi dulur-dulur semua.
Dengan meninjau kreativitas beberapa anggota Himmaka yang Hobby menulis, maka Admin beserta Bidang Komedi (Komunikasi dan Media) bekerjasama untuk membuat sebuah Buku Antologi Cerpen yang bertemakan "Aku dan Himmaka". Rencananya, akan diambil 25 Naskah Cerpen yang akan dibukukan ke penerbit.

Untuk pengaturan Naskahnya adalah sebagai berikut :
  1. Ditulis di Ms Word
  2. Panjang Naskah 6-8 Halaman A4
  3. Margin top=3, left=4, right=3, bottom=4
  4. Diketik Font TImes New Roman, 12, spasi 1.5
  5. Batas waktu pengumpulan naskah tidak terbatas, hingga 25 naskah layak terkumpul. Apabila naskahnya sudah mencukupi, akan diseleksi. Kalau dari hasil seleksi masih belum mencukupi target 25 Naskah, maka akan dibuka lagi pendaftarannya.
  6. Contact Person: 089637107827 (Nugie)
 Insya' Alloh naskah yang sudah terkumpul akan ditindaklanjuti ke tingkat penerbit. Jadi, tunggu apa lagi? Buruan Kirim!!

Nantinya, Buku ini akan menjadi Bukti Keberadaan Himmaka Bandung di Mata Dunia, khususnya di Mata Majalengka tercinta . . !

Sabtu, 10 November 2012

Susunan Kepengurusan HIMMAKA Bandung 2012-2013


Dengan terus berjalannya waktu, masa bhakti kepengurusan Himmaka Bandung untuk periode 2011-2012 alhamdulillah telah selesai dan bisa dipertanggungjawabkan dengan semua kinerja yang telah dilakukan dan dicapai selama satu periode penuh. Kader-kader baru kian bermunculan dan naik untuk meneruskan estapeta tongkat kepengurusan di masa bhakti 2012-2013.

Tepat ditanggal 4 November 2012, alhamdulillah dengan penuh dengan rasa bangga dan penuh harap Iji Jaelani menjadi Ketua Umum HIMMAKA Bandung terpilih untuk masa bhakti 2012-2013. Mengusung visi "HIMMAKA BERGEMA" kang iji ini ingin membesarkan HIMMAKA dengan semangat duduluran, yaitu "Bersama-Gemilang-Maju". Pelantikan kepengurusanpun telah dilaksanakan dengan mengucap ikrar janji sebagai awal komitmen pengurus dalam membesarkan HIMMAKA . Berikut adalah susunan kepengurusan Himmaka Bandung untuk massa bhakti 2012-2013:


SUSUNAN KEPENGURUSAN 
HIMMAKA BANDUNG
PERIODE 2012-2013
Ketua Umum            : Iji Jaelani
Sekretaris Umum     : Arief Martianto Suherman
Bendahara Umum    : Dewi Tamilah

1. Bidang Pengembangan Aparatur Organisasi (PAO)
    Ketua Bidang          : Taufik Hidayat
    Sekretaris Bidang   : Titin
    Anggota Bidang      : Ery, Pepi, Tika, Andi, Beti

2. Bidang Nalar dan Intelektual
    Ketua Bidang           : Fahmi Nurul Iman
    Sekretaris Bidang   : Dian Nurjanah
    Anggota Bidang       : Azis, Ica, Dwi Tiara, Riki Rikjan, Mira

3. Bidang Analisis Daerah
    Ketua Bidang          : Irfan Nurohim
    Sekretaris Bidang  : Intan
    Anggota Bidang      : Adi, iis, Anisa, Hana, Devi

4. Bidang Minat dan Bakat
    Ketua Bidang          : Rifelda Fanka El R
    Sekretaris Bidang   : Nur Indah
    Anggota Bidang      : Riki, Noni, Dewi Eka, Dewi Ulfah, Rivan

5. Bidang Kesejahteraan Anggota
    Ketua Bidang          : Lusi Nursifah
    Sekretaris Bidang   : Hani Solihah
    Anggota Bidang      : Risa, Tita, Iwan, Fihri, Windi

6. Bidang Komunikasi dan Media
    Ketua Bidang          : Dwi Aprianti Sumantri
    Sekretaris Bidang   : Euis Rahmawati
    Anggota Bidang      : Nurlela, Lela, Nugi, Yoga, Maya 
(dilantik pada tanggal 9 November 2012)

Mudah-mudahan bisa terus menjaga siloditas dan loyalitas terhadap HIMMAKA untuk lemah cai Majalengka.

_Himmaka Baktiku..Baktiku Majalengka_

Rabu, 23 Mei 2012

Bunderan Munjul sebagai Taman Kota Di Kabupaten Majalengka


Patung ikan ditengah-tengah kolam Bunderan Munjul

Majalengka, Kota Angin yang tetap sangat indah bagi warganya. Tersusun rapi setiap persimpangan jalan, budaya sunda yang amat dekat dengan tanah ini. Daerah yang masih berusaha meremajakan setiap susunan masyarakatnya, menjadikan Majalengka sebagai salah satu kabupaten yang sangat potensial. Terdapat banyak potensi seperti, tempat wisata sampai kebudayaan yang jarang sekali dilihat orang luar.
mari kita mengenal lebih banyak tentang Kabupaten Majalengka. Siapa yang tidak mengenal taman yang menyambut setiap warga luar kota ke kawasan Pemda Majalengka, yaitu Bunderan Munjul dan taman disekitarnya. Terlihat sangat sederhana, namun tempat ini dijadikan tempat yang paling nyaman bagi warga Majalengka. Tak ada yang menyangka bila disiang hari tempat ini sangatlah gersang dan sepi, hanya terdapat kendaraan-kendaraan yang melintas dari arah Kadipaten atau sebaliknya. Tapi bila sore hari menjelang maghrib, masyarakat tumpah ruah ditempat ini. Anak-anak sampai orang tua semuanya menyempatkan diri berkumpul dan menghabiskan waktu di Bunderan kebangaan Kepala Daerah ini.
Bukan hanya masyarakat, namun para pedagangpun meramaikan hangatnya Bunderan yang terdapat patung ikannya. Saat sore tiba, air yang menyejukan tanah panas Majalengka menambah kenyamanan warga menghabiskan waktunya. Anak-anak berlarian, para remaja berkumpul sambil berfoto-foto didepan patung ikan. Tidak jarang banya kelompok-kelompok atau komunitas berkumpul disini, namun jangan khawatir bila kehabisan tempat untuk nongkrong. Karena terdapat tempat alternatif lainnya, tidak jauh karena terdapat disekitar Bunderan Munjul. Seperti Taman Kota Majalengka yang berada disebelah Bunderan Munjul, sangat indah dan nyaman untuk berkumpul bersama keluarga dan menghabiskan waktu.
Keindahan Majalengka tetap harus dijaga, karena sudah kebiasaan disaat sore banyak orang berkumpul maka banyak pula sampah-sampah yang membuat Bunderan Munjul ini terlihat tidak baik. Maka dari itu, selain kita menikmati keindahan haruslah ditambah dengan cara menjaga keindahannya. Semoga dengan adanya taman-taman di Kabupaten Majalengka, membuat warga semakin cinta dengan tanah ini.

oleh Degi Ergiawan Munggaran

Diskusi CIAYUMAJAKUNING Tentang Nasionalisme



UIN, Bandung.
Organisasi Daerah Mahasiswa CIAYUMAJAKUNING menyelenggarakan kegiatan Silaturahim dan Diskusi Panel, kegiatan ini guna memperingati Hari Kebangkitan Nasional ditaman kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati bandung, Minggu (20/5). Kegiatan yang asal mulanya berada pada konsep silaturahim ini berkembang menjadi diskusi panel yang menghadirkan para senior dan alumni dari setiap Organisasi daerah.
Terdiri dari empat Orda (Organisasi Daerah), diantaranya IKMAWATI (Ikatan Mahasiswa Warga Cirebon), IKA DARMA AYU (Ikatan Mahasiswa Indramayu), HIMMAKA (Himpunan Mahasiswa Majalengka) dan KMK (Keluarga Mahasiswa Kuningan). Hal yang pertama terjadi Di Bandung, 4 Orda yang sangat hangat diperbincangkan dari sisi kedaerahannya yang disebut wilayah 3 Cirebon.
Bukan untuk membicarakan pembentukan Provinsi Cirebon yang sangat santer dibicarakan ditiap daerahnya masing-masing, namun lebih memusatkan diri pada budaya lokal yang dapat membangkitkan rasa nasionalisme. Pentingnya budaya lokal menjadi tema utama pada diskusi panel ini, sangat beralasan jika berbicara tentang kekayaan budaya di CIAYUMAJAUNING.
Meskipun mahasiswa adalah masyarakat yang memiliki intelektual yang lebih dari masyarakat lainnya, namun pengetahuan akan rasa nasionalisme terasa sangat merekat disaat berhubungan dengan rasa memiliki budaya disetiap individu. Terselenggaranya kegiatan ini memperpanjang keberadaan orda dan eksistensi mahasiswa dalam melestarikan kebudayaan yang kian hari kian hiang dari kepala masyarakat saat ini. Jalinan silaturahim antar mahasiswa CIAYUMAJAKUNING akan senantiasa memberikan semua hal yang terbaik dalam perubahan paradigma tentang rasa nasionalisme.
Silaturahmi dan Diskusi Panel ini bertemakan “Aktualisasi diri Melalui Budaya Lokal Untuk Membangkitkan Semangat Nasionalisme”. Dimulai dari peran mahasiswa dalam memahami arti Nasionalisme, berakhir pada pembicaraan tentang pemahaman hidup ditanah nusantara. Salah satu diskusi yang menarik adalah saat pemateri wakil HIMMAKA, Ridwan, bertanya pada audien tentang arti dari Nasionalisme. “tema yang cukup bagus, namun dari tema tersebut siapakah yang dimaksud diri?”, tanyanya. Sontak seluruh audien terdiam dan bertanya-tanya jawabanya, namun dengan adanya pertanyaan tersebut para mahasiswa ini menyadari bahwa diri mereka sendirilah yang harus menjadi diri dalam tema tersebut.
Kebudayaan lokal yang sangat merekat pada setiap diri masyarakat menjadi alasan kuat jika dihubungkan dengan rasa nasionalisme. Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat menutupi perbincangan yang mulai panas terkait pembentukan Provinsi Cirebon, karena sangat penting sekali disaat insan-insan akademis ini memberikan semangat nasionalisme dengan kebudayaan lokal yang harus tetap menjadi identitas setiap warga negara.

Selasa, 22 Mei 2012

Salam HIMMAKA .......!!!!!



Loyalitas, tanggung jawab itu yang sering kita dengar untuk kemajuan organisasi. Tak perlu bosan mendengar dua kata tersebut. Sama halnya untuk HIMMAKA Bandung. Meski telah banyak moment-moment yang terlewatkan untuk ditulis sebagai catatan penting HIMMAKA Namun, kata terlambat tak begitu penting rasanya. Masih banyak waktu unuk mencoba mengisi kekosongan itu.
Untuk Periode 2011-2012, HIMMAKA Bandung dibawah pimpinan Redi Rohaedi selaku ketua umum, didampingi oleh Asep Zaenal Muttaqin (sekretaris umum) dan Lena Laelatul Mahen (bendahara umum).
Pada awal kepengurusannya, program beasar yang pertama kali dilaksanakan adalah Try Out dan Temu Pelajar tingkat SMA se-Kabupaten Majalengka pada tanggal 22 Januari 2012, bertempat di aula SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Majalengka. Dengan bertemakan "Ujian Nasional??? Siapa Takut !!!", kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk membantu kesiapan siswa-siswi SMA se-Kabupaten Majalengka untuk menghadapi Ujian Nasional baik dari segi mental dan kematangan dalam menghadapi soal-soal. Meskipun ini merupakan kegiatan perdana bagi kepengurusan kang Redi Rohaedi, kegiatan ini meraih kesuksesan dan respon yang sangat baik dari Dianas Pendidikan Kabupaten Majalengka, dan terutama para saiswa dan siswi SMA se-Kabupaten Majalengka. Hal ini dapat dilihat dari kuota peserta yang hadir sekitar 230 peserta dari 300 kursi yang disediakan oleh panitia. Kesuksesan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, dari mulai jajaran panitia, pengisi acara, dan pihak sponsor yang telah mendukung acara Try Out dan Temu Pelajar ini. Pada acara ini, HIMMAKA Bandung berhasil menjalin kerja sama dengan beberapa sponsor. Diantaranya Alfamart, Radika 100,3 FM, Pikiran Rakyat, Ganesha Operation, Sosro, RRI Cirebon. Ini hanya sebagian dari hasil kerja keras kami demi kecintaan kami sebagai putera-puteri Majalengka yang ingin mengabdi pada masyarakat. Meski setiap kegiatan selalu ada celah yang tidak luput dari sebuah kesalahan dan kekurangan. Tapi kekurangan tersebut dapat terus kita perbaiki dengan semangat duduluran untuk kesuksesan-kesuksesan yang lain. "Kegagalan diciptakan sebagai jalan menuju suatu Kesuksesan".  

oleh : Dwi Aprianti Sumantri

Selasa, 11 Oktober 2011

Seminar Budaya


kebudayaan sangatlah berpengaruh terhadap karakteristik bangsa, maka dari itu banyak orang yang secara langsung mempertahankan kebudayaan yang makin hari makin dilupakan oleh sebagian orang. salah satu cara untuk memberikan kekuatan yang besar terhadap pertahanan budaya yang mulai hilang, maka harus ditampakan dari mulai dini.
ini di buktikan pada 15 Januari 2011, aula DISPORABUDPAR majalengka menjadi saksi puluhan siswa dan siswi seluruh SMA di Majalengka mengikuti seminar budaya yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Majalengka Bandung. Acara dibuka oleh Kepala DISPORABUDPAR, Drs. H. Rieswan Graha, MM yang mewakili Bupati Majalengka.

"acara ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para siswa tentang budaya-budaya majalengka yang mulai terlupakan", papar  Ketua Umum HIMMAKA Bandung, Iir Hariman, dalam sambutannya. Terdapat banyak sekali penampilan-penampilan dari beberapa kebudayaan khas majalengka, seperti Gemyung, Tari Beber dan Batik Majalengka.
Seminar Budaya inipun mempunyai tujuan untuk mengenalkan Batik Majalengka yang tidak banyak warga majalengka tahu adanya, disinilah para siswa diberikan pengenalan tentang pembuatan Batik oleh Bpk. Heri Suhersono yang menggagas batik majalengka.
acara ini sekaligus memberikan wadah bagi para siswa untuk mengenal budaya melalui media yang dimiliki HIMMAKA Bandung, dan menjadikan sebuah perkumpulan para siswa dalam MASCOT atau Majalengka Student Community yang pernah diadakan saat kegiatan LDKS 2010.
semoga acara seminar budaya menjadi daya dorong para generasi muda untuk lebih melestarikan dan menjaga kebudayaan leluhur, karena pentingnya sebuah karakter bangsa.

oleh

Degi Ergiawan M


Bakti Mahasiswa untuk Majalengka



Mahasiswa sebagai insan akademis tentulah memiliki tanggungjawab untuk mengembangkan dan memajukan daerah. Maka pemikiran dan tercipta daya kretifitas untuk membangun daerah yang dicintainya akan senantiasa ada. Hal tersebut tentunya tidak bisa dilaksanakan secara individu, tetapi harus dilakukan bersama-sama dengan segenap komponen yang ada, baik itu di level formal maupun informal.
Himpunan Mahasiswa Majalengka (HIMMAKA) Bandung mengadakan suatu kegiatan mulia yaitu bakti sosial, bertemakan “Memasyarakatkan Mahasisiwa” yang dilaksanakan pada 19 juni sampai 9 juli 2011 di Desa Randegan Wetan Kecamatan Jatitujuh Kab. Majalengka.
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Majalengka ini mempunyai tujuan untuk menumbuh kembangkan rasa dan jiwa sosial anggota HIMMAKA Bandung terhadap daerah asalnya yakni Kabupaten Majalengka. Kegiatan yang merupakan ikhtiar menciptakan kader anggota HIMMAKA yang memiliki kepekaan terhadap gejala sosial dalam kehidupan masyarakat maupun dalam lingkup pemerintahanan. Kemuadian menyalurkan dedikasi mahasiswa sebagai agen perubahan (agent sosial of change), ditujukan untuk kemajuan daerah.
Selama 21 hari, mahasiswa berbaur dengan masyarakat dan aparat pemerintahan setempat mengadakan kerja bakti sosial. Khususnya dalam hal kegiatan yang merupakan tugas pokok dan fungsi sejumlah lembaga birokrasi di Kab. Majalengka. Selama pelaksanaannya, kegiatan ini mengemas sejumlah mata acara yang cukup menarik dan mengesankan. Sedikitnya terdapat tiga bentuk kegiatan yang dikembangkan, yakni bidang pendidikan, bidang keagamaan dan bidang kemasyarakatan serta pemerintahan.
Bidang pendidikan diaplikasikan lewat kegiatan memberi pengajaran bagi siswa di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Kursus Bahasa Inggris dan Arab, serta pengenalan Teknologi Informasi (IT). Bidang keagamaan meliputi kegiatan ceramah (pengajian) rutin, memberi pengajaran mengaji kepada anak-anak, diskusi dengan remaja mesjid, perlombaan keagamaan dan tabligh akbar. Bidang kemasyarakatan dan pemerintahan meliputi kegiatan penyuluhan manajemen karang taruna (KT), penyuluhan prilaku hidup bersih dan sehat, penyuluhan UU pernikahan, pelatihan pemberdayaan analisis potensi SDA dan SDM Desa Randegan Wetan, perlombaan atau hiburan serta kerja bakti bersama masyarakat setempat.
Semoga apa yang sudah dilakukan HIMMAKA Bandung bisa mendorong kembali semangat membangun desa bagi masyarakat setempat dan memberi manfaat untuk kemajuan pembangunan Desa Randegan Wetan dan Majalengka.