LOGO KEGIATAN HIMMAKA

Logo kegiatan HIMMAKA ketika mengisi liburan semester. TRY OUT dan TRAINING MOTIVATION.

KEGIATAN KECAP

Foto bersama setelah kegiatan KECAP.

FOTO KEGIATAN TRY OUT dan TRAINING MOTIVATION

Foto bersama: Anggota HIMMAKA dan Kepala Dinas Pendidikan .

FOTO KETUM HIMMAKA

FOTO ketum dan yang di belakangnya lagi numpang GAYA AJA.

MAKAN BERSAMA

FOTO makan bersama setelah lelah melaksanakan kegiatan.

EKSIS nieeeee

Numpang eksis akhhh hehehe.

Mengenang BAKSOS

FOTO kegiatan baksos di cipicung .

Senin, 17 Juni 2013

KIBAR BAKTI SOSIAL

Himpunan Mahasiswa Majalengka (Himmaka) Bandung menggelar Bakti Sosial (Baksos) di Desa Cibodas Kec/Kab. Majalengka, Senin-Rabu (17/6-17/7). Acara baksos yang berlangsung selama satu bulan itu diisi dengan beragam kegiatan antara lain, penyuluhan PPK, manajemen pertanian, pengobatan gratis, penanaman pohon, perlombaan olah raga, pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya.
Kegiatan pengabdian itu dibuka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Majalengka, H. Ade Rahmat Ali dan dihadiri Asisten Daerah (Asda) II,  H. Wawan Gunawan, Camat Majalengka, Yusanto Wibowo, Kepala Desa Cibodas dan para tamu undangan lainnya.
Sekda Majalengka, H. Ade Rahmat Ali dalam sambutanya mewakili Bupati Majalengka, H. Sutrisno. Ia mengatakan, pemerintah daerah mengaku merasa bangga terhadap pengabdiaan para mahasiswa di tengah kesibukanya menimba ilmu di sejumlah kampus di Bandung, mampu menggelar kegiatan sosial di tanah kelahirannya.
"Kami meminta kepada instansi terkait dan pengurus kecamatan agar bisa memfasilitasi kebutuhan mahasiswa dalam melaksanakan baksos tersebut," pintanya.
Dengan terselenggara kegiatan sosial yang dipelopori para mahasiswa ini, sambung dia, menandakan jika para mahasiswa memiliki kepeduliaan dan tanggung jawab terhadap dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Hal senada juga diungkapkan Camat Majalengka, Yusanto Wibowo. Menurut dia, pihaknya menyambut baik kegiatan sosial-kemasyarakatan ini dan meminta bantuan para mahasiswa agar menciptakan masyarakat yang mampu hidup mandiri dan keluar dari jurang kemiskinan. "Kami berharap agar kegiatan baksos ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, sehingga kehidupan mereka kedepan menjadi lebih baik dalam segala bidang," ucapnya.
Ketua Umum Himmaka Bandung, Iji Jaelani didampingi panitia Adim Mugni Mubaroq mengatakan, pelaksanaan baksos ini merupakan agenda tahunan program kerja Himmaka Bandung yang notabene kumpulan para mahasiswa asal Bandung yang menimba ilmu di Kota Kembang. "Kami berharap dengan kegiatan yang langsung berkomunikasi dengan rakyat ini, dapat memberikan pelajaran berharga untuk bekal di masa depan ketika akan kembali lagi terjun ke masyarakat," ucapnya.
Pihaknya berharap rekan-rekan Himmaka juga dapat menularkan ilmu yang sudah diperolehnya di bangku kuliah untuk diterapkan di masyarakat. Karena walau bagaimanapun mahasiswa memiliki peranan penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. "Persoalan yang terjadi dewasa ini, banyak masyarakat yang kurang mendapatkan sentuhan dan perhatian dari pemerintah. Maka dari itu, turunya kami para mahasiswa ke masyarakat, selain memberikan advokasi dan pendidikan, juga ingin melihat kondisi riil yang terjadi di lapangan dengan memberikan solusi cerdas dalam mengatasi persoalan tersebut," harapnya.


Selasa, 09 April 2013

Radio HIMMAKA 10,7 FM


Kreatifitas anak-anak Himmaka Bandung memang tak ada habisnya. Baru-baru ini sekretariat Himmaka sering dijadikan tempat steaming radio. Radio? ya, Radio Himmaka Bandung. 
Berawal dari obrolan-obrolan nyeleneh, hingga ada timbul gagasan “Bagaimana kalau ada radio Himmaka?”. Hal tersebut tak hanya sekedar obrolan, karena tujuannya untuk mewadahi dan menyalurkan potensi dulur-dulur Himmaka Bandung di bidang radio. Hingga pada tanggal 10 Februari 2013 obrolan tersebut bisa terwujudkan meski hanya memakai aplikasi recorder, Radio 10,7 FM yang menjadi program bidang minta dan bakat.
Dipandu oleh duo host galau yaitu kang adul (Riki Abdul) dan kang aim (Arif MArtianti-Sekum), streaming radio ini diadakan setiap hari senin jan 4 sore dan sudah 2 minggu berjalan. Berisikan tentang info-info kedaerahan dan kegiatan Himmaka setiap minggunya dengan mendatangkan pemateri dan bintang tamu untuk memberikan pandangan tentang kegiatan Himmaka tersebut.
“Untuk mewujudkan suatu hal yang besar, kita bisa mulai dari hal yang terkecil”. Nah, semoga berangkat dari situlah Himmaka bisa benar-benar memiliki radio frekwensi sendiri dan bisa streaming secara LIVE.  “tunjukan potensi dan aksimu di radio Himmaka Bandung 10,7 FM. Keep spirit buat dulur-dulur Himmaka, dan cayoo terus” papar duo host galau.

Nalar Intektual Melalui Bedah Film


Bandung (10/2) salah satu program kerja dari bidang nalar dan intelektual telah terlaksanakan, yaitu kegiatan bedah film dengan mengangkat tema “Menggali potensi diri“ dan judul film Front of the Class.
Bertempat di sekretariat Himmaka Bandung, kegiatan ini dipandu oleh Dewi Tamilah dan Fahmi Nurul Iman. Banyak sekali pesan didapat dari film tersebut. Namun, pesan yang paling kuat yang secara keseluruhan dari film tersebut adalah “jangan pernah takut dan menyerah untuk mewujudkan mimpi kita. Setiap orang pasti mempunyai titik kekurangan juga kelebihan, tapi semua tergantung bagaimana kita menggali dan menyikapi dua hal tersebut. Hingga mungkin saja kita berangkat dari kekurangan kita sendiri yang nantinya akan menjadi kelebihan dan tercapailah apa yang dinamakan dengan keberhasilan”
(dwi aprianti/red)

Bakti pada lemah cai, HIMMAKA adakan Try Out 2013


Majalengka, (20/01) Dalam rangka mengisi kegiatan libur semester ganjil, Himmaka Bandung mengadakan acara Try Out dan Training Motivasi untuk seluruh  tingkat SLTA se-Kabupaten Majalengka.  Diikuti oleh 29 SLTA acara ini di hadiri oleh  279 siswa yang berlangsung dengan meriah. Antusiasme para siswa terlihat sejak mereka datang ke gedung SKB Majalengka dari pukul 07.00 s/d 16.00. Tujuan diadakannya acara ini  untuk membantu siswa-siswa menghadapi ujian nasional dengan prediksi soal-soal UN. Selain itu, sebagai bentuk bakti ke lemah cai. 
Kepala dinas kabupaten Majalengka mengaku bangga terhadap acara yang diadakan Himmaka Bandung. Beliau menambahkan untuk menghadapi UN kedepan,  ada beberapa perubahan yang sangat mendasar yaitu bertambahnya paket soal UN menjadi 20 paket Sementara itu, mengenai persiapannya,“acara ini sudah digarap sejak 2 bulan yang lalu. Ketika proses perkuliahan masih aktif. Sementara hambatan yang di lalui berupa materi dan rundown waktu” ungkap Iji zaelani selaku Ketua Umum. Tanggapan positiv datang dari salah seorang peserta bernama Anggun yang mengatakan “ Acara ini, begitu menyenangkan dan banyak mendapat pengalaman, terutama pengalaman tentang menghadapi  ujian nasional.  Jadi, kita sudah mempunyai ancang-ancang soal apa saja yang akan di ujikan”ungkapnya sambil tersenyum.

Meretas Demonstrasi Mahasiswa

Mahasiswa merupakan agen perubahan. Posisinya memiliki peranan yang penting dalam upaya mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Termasuk mengulingkan kekuasaan yang dinilai rakus, serakah dan bertingkah laku melampui batas kewajaran. 
Mahasiswa adalah sebuah entitas spirit yang menggunakan intelektualitas dan dialektika yang maha dasyat kekuatannya. Namun sangat disayangkan, jika seseorang berstatus mahasiswa, tetapi aktivitasnya hanya berkutat pada hal yang kurang bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, terlahirnya mahasiswa di tengah-tengah kerumunan,diharapkan dapat memberikan angin perubahan, dalam upaya melawan ketidakadilan dan kebengisan. 
Mahasiswa memiliki kekuatan energi penuh dengan sifat kreatif,  kritis dan dinamis. Serta kepekaan yang tinggi terhadap permasalahan sosial. Lebih dari itu, gerakan mahasiswa masih dipercaya oleh masyarakat mampu membawa perubahan zaman. Oleh karena itu, jangan sampai mahasiswa melupakan niatan awal untuk belajar dan belajar. Untuk itu jadikan kampus sebagai kawah candradimuka untuk meneliti, dan melakukan dialektika intelektual guna memecahkan permasalahan yang tumbuh di masyarakat. 
Mahasiswa harus terus bergerak dan bersatu melawan segala sesuatu yang bersebrangan dengan kepentingan rakyat banyak. Apalagi fungsi mahasiswa sebagai jembatan antara pemerintah dan rakyat. Untuk mengkomunikasikan sekaligus memecahkan setiap persoalan yang muncul kepermukaan. 
Hal inilah yang mendorong para intelektual muda ini dihadapkan pada dua keputusan. Diam  atau melawan. Tetapi apa boleh di kata, seiring dengan berjalannya waktu, dinamika mahasiswa dewasa ini mulai tumbuh beraneka warna.  Ada aktivitas mahasiswa yang normal berjalan apa adanya, layaknya anak  TK dan SD, berangkat pagi pulang sore. Tetapi ada pula yang memilih jalan hidup serampangan, dengan tidak memiliki tujuan dan cita-cita. 
Terlepas dari semua itu, hadirnya mahasiswa sejatinya dapat memberikan solusi atas masalah yang ada. Apakah bergerak untuk melawan, meski terkadang selalu diartikan sebagai mahasiswa bayaran. Diam dan membisu pun melahirkan banyak kecaman.  Oleh karena itu, mahasiswa perlu diingatkan kembali, bahwasanya demo bukan merupakan jalan terakhir. Tetapi hal itu dilakukan, ketika persoalan menemui jalan buntu ketika mengupas suatu persoalan. Di saat itulah, "teriakan di jalanan" diharapkan dapat membuka pintu komunikasi yang selama ini terkunci. Dan Win-Win Solution dapat dirasakan kedua belah pihak, yang bersebrangan pandangan. 
Semoga secarik tulisan ini bisa mewakili dan memberikan pencerahan bagi teman-teman mahasiswa, untuk terus berada digarda paling depan, untuk menyuarakan keadilan dimuka bumi ini. Semoga!

(Adim. M. Mubarok)

GOLPUT di Majalengka


Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat telah selesai dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2013 yang lalu. Seperti kita ketahui bahwa pemilihan gubernur ini untuk periode 5 tahun mendatang yaitu untuk 2013-2018. Namun, sayangnya momen ini tidak di manfaatkan baik oleh sebagian warga Majalengka. Karena salah satu sumber menyebutkan bahwa tingkat golongan putih (golput) di Majalengka masih sangat tinggi.
Sindonews.com-Sementara itu, dari hasil rapat pleno rekapitulasi yang digelar di gedung Gedung Graha Sindang Kasih tersebut, diketahui warga yang memiliki Hak Pilih namun tidak menggunakan hak pilihnya (Golput) sebanyak 257.272 Jiwa (27,09 %). Adapun jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilgub Jabar tanggal 24 Februari sebanyak 953.356 Jiwa. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Majalengka Supriatna, kecenderungan tersebut lantaran beberapa faktor yang menyebabkan pemilih merasa apolitis terhadap hajatan politik pemimpin daerah tersebut. Seperti, janji-janji kampanye para kandidat yang tak terpenuhi, sehingga membuat masyarakat merasa dibohongi. "Kalau sosialisasi, kami rasa sudah optimal. Ini bisa juga karena dengan waktu yang bersamaan ada halangan yang tidak bisa ditinggalkan," kata Supriatna, Jumat (1/2/2013). Polemik tersebut juga diduga disebabkan hal lain, Republika.co.id-Bandung Pakar Hukum Tata Negara dari Unpad Indra Prawira memprediksi ada tiga daerah di Jabar yang menjadi kantung golput. Ketiganya adalah Cirebon, Majalengka, dan Bogor Indra menjelaskan, “masyarakat yang tinggal di Jabar bagian timur banyak yang Golput karena beberapa alasan. Di antaranya, bekembangnya isu pembentukan Provinsi Cirebon dan kecewa dengan belum selesainya pembangunan Bandara Kertajati. Padahal, masyarakat di timur sangat berharap pembangunan bandara tersebut cepat selesai.”
Masalah tersebut, sangat menarik untuk dikaji, terlebih dulur-dulur Majalengka sebagian memilih untuk menjadi golongan putih ketimbang harus memilih satu diantara pasangan cagub dan cawagub. Seharusnya, apapun alasannya hal tersebut tidaklah harus terjadi sebab kita sendiri yang mentukan siapa yang memimpin jabar untuk 5 tahun mendatang.
(Nugi-Lela/red)

Perkembangan Teknologi di Era Cyber Comunitty


Di Era serba canggih ini, sebagaimana menurut McLunch (1964) bahwa dunia akan menjadi the big village  yaitu sebuah desa yang besar dimana masyarakat saling kenal dan menyapa satu dengan yang lainnya. Ini terbukti sekarang dengan adanya jaringan yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Masyarakatpun kebanyakan  sudah berubah menjadi golongan CyberComunitty yaitu Komunitas manusia yang telah hidup dalam dua dunia kehidupan yaitu kehidupan masyarakat nyata dan kehidupan masyarakat maya.
Kita yang berada di Indonesia dengan mudah mengetahui kabar kerabat di  Amerika serta dapat melihatnya secara langsung. Dan itulah yang sedang terjadi dengan pola silaturahmi yang modern ini. Apalagi jika kita mengaitkannya dengan perkembangan era informasi yang lebih canggih dari itu. Seperti  kita ketahui bahwa mulai bermunculan koran internet, radio internet, social media bahkan televisi internet. Semuanya mudah tersaji hanya dengan “klik”. Setiap orang tidak bisa menghindari ini semua, bagi mereka yang tidak mampu untuk menciptakan, maka mereka diharuskan menjadi bagian dari seorang yang konsumtif.
Namun dari semua hal tersebut, perkembangan teknologi memiliki dua sisi yang saling bersebrangan. Dimana ada sisi baik dan sisi buruk. Sisi baiknya, peradaban manusia menjadi lebih canggih dan instan. Dengan memudahka manusia mendapatkan informasi seluas luasnya. Dan sisi buruknya, yaitu terjangkitnya pengaruh buruk yang disebarkan oleh teknologi yang kebanyakan dari barat tersebut. Dan kita pun tentu, harus bijak menyikapinya.
Bagi kami bidang Komunikasi dan Media (Komedi), perkembangan teknologi menjadi sangat penting dan perlu di pelajari, karena dengan begitu kami menjadi perantara informasi yang akan didapatkan oleh anggota Himmaka lainnya. Dengan adanya social media seperti FB, Twitter, blog maupun website tentu membantu kami terhubung juga dengan dunia luar baik anggota himmaka maupun bukan anggota himmaka. Sehingga dari sepetak dunia yang kita kenal akan terasa luas dengan adanya Komunikasi dan Media ini.

Seperti Apa Pahlawan itu ??


Kepahlawanan merupakan sebuah cara untuk menjadi besar dengan cara yang benar. Bagi seorang pahlawan pun ada saat dimana mereka sedih, lelah dan takut. Jejak-jejak kelemahan, keputus-asaan, kecemasan dan keterpurukan pun pernah mendera jiwa mereka. Maka dari itu ada hal-hal yang tidak dapat dilepaskan dari istilah pahlawan/kepahlawanan, yaitu keberanian, pengorbanan, serta kesabaran.

Kita kesulitan mencari pahlawan, atau kesulitan menentukan siapa saja para pahlawan. Ini kesalahan yang cukup besar. Permasalahannya, yang sering tergambar dalam benak kita adalah sosok penuh ketenaran yang berjuang dengan dedikasi tinggi membela rakyat, bangsa, dan negara. Bayangan yang langsung muncul adalah sosok Pangeran Diponegoro, Bung Tomo, atau Sultan Hassanuddin. Kita sama sekali tidak kesulitan untuk menyebut mereka seorang pahlawan. Jika benar, ini berarti membutuhkan syarat yang banyak untuk menjadi seorang pahlawan. Pertama dia harus dikenal dan kharismatik, dan selanjutnya ia mempunyai prestasi besar yang mengubah jalannya sejarah. Jika ini yang kita pakai, maka jangan berharap kita akan menemukan kembali para Pahlawan itu di masa kini, Era Reformasi. Terlalu banyak sosok yang dikenal saat ini,Namun prestasinya tak lebih dari sekedar mewarnai sejarah bangsa ini, bukan mengubahnya.
Mungkin lebih baik untuk sekarang ini, pikirkan dan benahi dulu diri sendiri sebelum anda berniat untuk menjadi seorang pahlawan. Pahawan sejati mengetahui letak sisi kepahlawanan mereka. Sebab tidak ada orang yang bisa menjadi pahlawan dalam segala hal. Seorang pahlawan perang tidak pernah memaksakan diri menjadi pahlawan di bidang ilmu pengetahuan.

Oleh : Yoga Permana Sasmita (ditulis pada bulan November - memperingati Hari Pahlawan)

Komentar Majalengka tentang RSBI


Dunia pendidikan kita kembali diramiakan isu hangat mengenai pembatalan keberadaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Istilah RSBI ini akhir-akhir ini sering kita dengar karena seiring berkembangnya kabar pembatalan keberadaan RSBI oleh Mahkamah Konstitusi. 
Apa sih RSBI itu? Pada dasarnya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah sekolah nasional yang menyelenggarakan pendidikan berdasar Standar Nasional Pendidikan (SNP)  dan mutu internasional sekaligus. Adanya Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan Mutu Internasional tersebut yaitu mengukur kualitas pendidikan berdasarkan nasional maupun internasional. Hal tersebut bisa dilakukan dengan pertukaran informasi, persandingan SNP dengan Kriteria mutu internasonal ataupun dengan studi banding.

Jadi kualitas internasional merupakan kelebihan dari kualitas nasional (SNP), baik berupa penguatan, pendalaman, pengayaan, perluasan maupun penambahan terhadap SNP.
Bagaimana dengan sikap Majalengka? (Sindonews.com) - Kendati Mahkamah Kontsititusi (MK) telah membatalkan keberadaan RSBI, namun di Kabupaten Majalengka ciri khas pembelajaran yang diterapkan di RSBI dipastikan akan tetap dipertahanakan. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka, Sanwasi mengatakan keputusan MK tersebut tidak lantas menyurutkan pihaknya untuk menciptakan sekolah unggulan. Program dinas yang berorientasi terhadap peningkatan mutu pendidikan akan tetap dipertahankan. Sanwasi menyebutkan, terdapat beberapa sekolah yang memiliki kesempatan untuk dijadikan sekolah unggulan. Namun demikian, sejumlah RSBI yang ada, kemungkinan besar akan menjadi sekolah unggulan.
Semoga saja ruh RSBI memang merupakan upaya dalam peningkatan mutu pendidikan dengan membentuk sekolah terbaik, sekolah unggulan dan sekolah percontohan dengan tanpa mengurangi nilai kedaerahan yang sudah sepantasnya kita jaga dan kembangkan. 
(Dwi/red)

Ngawangkong sareng Mang Untung


(14/11/12) Salah satu angenda acara Himmaka Bandung, yaitu silaturahmi kepada pembina, yaitu H.Y.Untung, S.Pd (mang Untung) di kediamannya Bumi Panyawangan, Cileunyi.
Selain untuk silaturahmi, agenda acara ini juga sekaligus dalam rangka pengenalan pengurus, anggota baru dan program kerja untuk pengurus Hmmaka Bandung periode 2012-2013. Disela perbincangannya, Mang Untung mengatakan “Beruntung bagi kita yang mau berorganisasi sehingga mampu belajar berkomunikasi yang baik dan  komunikasi bisa menumbuhkan kepercayaan diri. Komunikasi tidak prlu di verbalkan dengan berbicara, namun dengan mengikuti dinamika pembicaraan dan membuka sinyal positif juga sudah menjadi bagian kominikasi yang baik. Dan diharapkan HIMMAKA mampu menjadi wadah dalam belajar berkomunikasi yang baik bagi anggota-anggotanya”. 

(Dwi/red)