LOGO KEGIATAN HIMMAKA

Logo kegiatan HIMMAKA ketika mengisi liburan semester. TRY OUT dan TRAINING MOTIVATION.

KEGIATAN KECAP

Foto bersama setelah kegiatan KECAP.

FOTO KEGIATAN TRY OUT dan TRAINING MOTIVATION

Foto bersama: Anggota HIMMAKA dan Kepala Dinas Pendidikan .

FOTO KETUM HIMMAKA

FOTO ketum dan yang di belakangnya lagi numpang GAYA AJA.

MAKAN BERSAMA

FOTO makan bersama setelah lelah melaksanakan kegiatan.

EKSIS nieeeee

Numpang eksis akhhh hehehe.

Mengenang BAKSOS

FOTO kegiatan baksos di cipicung .

Minggu, 06 Juni 2010

Sejauh mana situs pembelajaran bagi siswa

Semaraknya situs atau website pendidikan dewasa ini, baik yang mencakup pendidikan umum maupun permata pelajaran, patut disambut dengan gembira. Hal ini menunjukkan adanya inovasi di bidang pendidikan, dan sejalan dengan berkembangnya model pembelajaran di Indonesia. Situs-situs pembelajaran tersebut bisa digolongkan kepada model pembelajaran e-learning, yaitu pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa elektronika seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satelit atau computer (Soekartawi, 2007: 25). Pada awalnya model e-learning ditujukan untuk pelaksanaan pendidikan jarak jauh (PJJ). Tujuan dari penyelenggaraan e-learning untuk PJJ sangat jelas, yaitu untuk memudahkan para siswa mengakses pendidikan jarak jauh dari gurunya. Seiring dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, kini e-learning tidak hanya digunakan oleh mereka yang mempunyai masalah karena terpisahnya siswa dan guru oleh jarak yang jauh, tapi sudah mulai marak digunakan oleh para guru dan siswa yang setiap harinya selalu bertatap muka dan bersinggungan badan di dalam kelas. Saya berpendapat, fenomena ini adalah sebuah kemajuan di bidang pendidikan.
Melihat fenomena seperti itu, kita berharap pendidikan di Indonesia maju pesat secepat majunya teknologi komunikasi dan informasi. Tapi saya pun berpendapat, bahwa lebih baik kita jangan dulu silau oleh hal-hal yang berbau modern dan canggih. Sebelum mengaplikasikan sebuah media untuk pelaksanaan pembelajaran, kita harus berpikir jernih dan cermat, sejauh mana manfaat media itu untuk anak didik kita? Bila model pembelajaran beserta media yang kita gunakan itu member banyak manfaat untuk siswa dan gurunya, kita bisa menetapkan dan memilihnya sebagai model dan media yang akan selalu kita gunakan di setiap kegiatan belajar mengajar. Tapi apabila model beserta media tersebut kurang praktis, tidak efektif dan tidak efisien bila diterapkan di dalam proses belajar mengajar guru dan siswa, kenapa harus dipaksakan? Sebelum melaksanakan pembelajaran, seorang guru (tentu saja bukan guru bidang IT/ ICT) harus mengetahui betul tujuan akhir dari pelaksanaan pembelajaran pada hari itu. Seorang guru juga harus mengetahui betul kondisi anak didiknya pada saat pelaksanaan pembelajaran.
Bila ternyata e- learning adalah model pembelajaran yang tidak sesuai dengan kondisi anak didiknya, jangan ragu untuk meninggalkan model tersebut. Jangan takut dicap sebagai guru yang kuno, konvensional, dan tidak inovatif, sebab keadaan sosial ekonomi anak didik kita beserta karakteristiknya hanya kitalah yang tahu. Dan seorang guru harus mengetahui pula, bahwa e- learning pun selain mempunyai kelebihan tentu saja ada kekurangannya. Nah yang perlu kita pertimbangkan sebelum mengaplikasikan model pembelajaran ini adalah mengenai kekurangannya. Sementara di lapangan, model pembelajaran e-learning cenderung dipaksakan. Saya melihat, mereka yang melaksanakan model e-learning ini belum sepenuhnya paham akan tujuan dari pengunaan model pembelajaran ini, dan tidak memperhatikan kondisi social ekonomi maupun karakteristik anak didiknya. Model Pembelajaran e-learning yang digunakan di sebuah sekolah pada saat ini yaitu model pembelajaran dengan media webblog. Di luar jam sekolah anak didik diperintahkan oleh gurunya mengunjungi satu webblog yang berfungsi sebagai alat transfer materi pelajaran. Atau seorang guru bisa juga langsung menugaskan kepada muridnya agar mengirimkan hasil pekerjaannya (tugas) ke alamat e-mail atau ke alamat sebuah website, juga pada saat murid sedang berada di luar sekolah. Sepintas kegiatan tersebut tampak baik dan canggih. Baik guru maupun murid sama-sama merambah internet dalam pelaksanaan pembelajaran. Tapi bila kita cermati, ada yang perlu dipikirkan dengan seksama. Sejauh mana kemajuan hasilnya bila dibandingkan dengan model pembelajaran tatap muka? Temuan saya di lapangan tentang belum maksimalnya model e-learning ini adalah sebagai berikut.
• Pengelolaan webblog yangserampangan, baik isi, disain, maupun tampilannya tidak sesuai dengan visi dan misi pendidikan.
• Bahasa yang digunakan di dalam setiap materi yang di-posting di blog atau website tersebut belum mencerminkan bahasa intelektual.
• Seorang guru yang baru melek internet, belum menguasai betul bahasa komputer maupun bahasa HTML (Hyper Text Markup Language), sudah memaksakan diri menyelenggarakan e-learning, sehingga bila muncul masalah teknis tidak mengantisipasi dan tidak segera memperbaikinya, tapi dibiarkan berlarut-larut menunggu datangnya seorang teknisi.
• Ketidak jelasan tujuan pembelajaran. Hal ini terlihat dari ketidak seriusan guru tersebut dalam mengolah hasil akhir penggunakan webblog.
• Guru tidak konsekwen dalam pelaksanaan e-learning. Hal ini terlihat dari tidak adanya pemberitahuan kepada anak didik tentang kesimpulan atau hasil dari penggunaan model pembelajaran tersebut.
• Guru tidak peduli akan kondisi sosial ekonomi anak didik. Seringkali seorang guru menugaskan anak didiknya untuk mengirimkan tugas melalui alamat e-mail dan website di luar sekolah, itu berarti setiap anak didik harus mengunjungi warnet, dan berarti pula mereka harus mengeluarkan biaya. Bayangkan bila semua guru mata pelajaran menugaskan siswa-siswanya seperti itu, berapa rupiah yang harus dikeluarkan oleh seorangsiswa hanya untuk memberikan hasil pekerjaannya? Untuk anak-anak yang orang tuanya tergolong mampu tentu saja bukan masalah, tapi bagaimana dengan anak-anak golongan ekonomi lemah?
• Guru tidak peduli pada beragam karakter anak didik. Bahwa sifat siswa itu sangat beragam: yang malas, yang rajin, yang cepat tanggap, yang lambat menerima materi pelajaran maupun melaksanakan instruksi, pasti selalu ada dalam sebuah kelas. Bila tugas yang diberikan kepada anak didik itu tugas kelompok, guru akan lebih sulit lagi mengetahui, karya siapa sebenarnya tugas itu. Untuk seorang murid yang malas, jangankan mengerjakan tugas di luar sekolah, di dalam sekolah pun yang tak lepas dari pengawasan guru, mereka enggan mengerjakannya. Oleh karena itu Soekartawi berpendapat, siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi, bila diajak belajar melalui e-learning, dia cenderung gagal. Kesimpulannya, metode dan model pembelajaran konvensional (tatap muka) sampai hari ini masih diakui lebih unggul dibandingkan model pembelajaran jarak jauh. Tapi bukan berarti penggunaan e-learning di mana interaksi guru dan siswa terhalang oleh sebuah website adalah buruk. Yang perlu diperhatikan dan dipikirkan, model pembelajaran apa pun yang akan digunakan, perlu perencanaan dan persiapan yang matang.

Ajat Heryana (Alumni HIMMAKA Bandung)

Senin, 03 Mei 2010

Hari Pendidikan Nasional

2 Mei , kembali kita memperingati Hari Pendidikan. Momentum seperti ini, mesti nya mampu mengajak kepada seluruh warga bangsa untuk merenung ulang sekaligus mempertanyakan apakah pendidikan yang dilakukan sudah memberi "pencerdasan" bagi kita semua ? Benarkah sistem pendidikan yang kita tempuh sudah seirama dengan semangat yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945, dimana salah satu harapan nya adalah "mencerdaskan kehidupan bangsa". ? Sudahkah bangsa kita secerdas yang diimpikan ? Apakah dengan ditetapkan nya anggaran pendidikan sebesar 20 %, sebagaimana yang ditegaskan dalam UU Pendidikan Nasional, telah membawa banyak perubahan di dalam dunia pendidikan, dibandingkan ketika anggaran pendidikan dalam APBN/D belum di patok pada angka 20 % ? Dan persoalan lain nya lagi yang dapat kita kemukakan pada hari ini, tatkala bangsa kita sedang memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Berbagai hal yang dikemukakan diatas, kelihatan nya lepas pas kita sebut sebagai sebuah "gugatan" ketimbang sebuah masalah yang ingin diutarakan. Pendidikan, apakah yang sifat nya formal, in formal atau non formal, pada hakekat nya ditujukan untuk menciptakan sumber daya manusia yang semakin berkualitas. Pendidikan juga dimaksudkan untuk membebaskan warga bangsa dari "dunia kebodohan" dan ketertinggalan. Bahkan melalui pendidikan inilah kita berkeinginan agar kemiskinan masyarakat dapat dihapuskan. Hal ini penting dipahami, karena salah satu penyebab kemiskinan adalah dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah. Dari situlah kemudian lahir istilah "lingkaran setan kemiskinan yang tak berujung pangkal". Orang hidup miskin, karena pendidikan yang rendah. Dengan pendidikan yang rendah, orang tersebut menjadi tidak mendapatkan pekerjaan. Karena tidak ada pekerjaan, maka pendapatan nya pun rendah atau bahkan sama sekali tidak ada. Kalau tidak ada pendapatan, maka orang itu tentu miskin. Inilah "the vicious circle of poverty".

Dalam peringatan Hari Pendidikan yang sekarang, ada baik nya kita secara fokus melakukan"penajaman" terhadap penggunaan 20 % anggaran sesuai yang diamanatkan UU Pendidikan Nasional. Disini penting dipersoalkan apakah dana 20 % itu diperuntukan untuk Kementrian Pendidikan Nasional dan "anak gugus" nya hingga ke Provinsi dan Kabupaten/Kota, atau kah dapat dimanfaatkan oleh Kementrian mana pun selama substansi nya terkait dengan hakekat dan makna pendidikan ? Pengalaman selama ini, yang nama nya anggaran 20 % itu memang seolah-olah dikelola hanya oleh Kementrian Pendidikan dan Dinas Pendidikan, baik di Provinsi mau pun Kab/Kota. Akibat nya wajar jika kesan "kebanjiran" uang pun mengemuka, yang terkadang menimbulkan kecemburuan dari Dinas-Dinas yang tidak kebagian anggaran. Yang mengenaskan, ternyata tidak semua daerah siap mendaya- gunakan anggaran yang diberikan. Mereka kelihatan nya tidak memiliki program yang mampu bersifat terobosan. Mereka lebih senang melakukan yang biasa-biasa saja. Bahkan budaya "copy-paste" terhadap program tahun anggaran sebelum nya, bisa saja terus terjadi.

Dalam hal ini mereka sudah relatif canggih, khusus nya dalam memainkan angka persentase dalam penetapan pagu anggaran. Yang menggelikan adalah ada nya fakta bahwa penambahan jumlah anggaran tidak seiring dengan pengembangan program yang dibutuhkan. Tambahan anggaran yang cukup spektakuler kurang diimbangi oleh kesiapan aparat untuk mau berkreasi dan berimprovisasi dalam melahirkan beragam inovasi. Akibat nya, wajar-wajar saja jika di berbagai daerah ditemukan fenomena bahwa naik nya anggaran pendidikan, tidaklah signifikan dengan peningkatan indeks pendidikan dalam ukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Malah agak mencengangkan pula ada daerah yang anggaran pendidikan nya meningkat, namun indeks pencapaian IPM nya malah menurun dan tidak sesuai target yang ditetapkan. Ironis, memang ! Mudah-mudahan saja, ke depan hal-hal yang demikian tidak terus berulang, namun akan mampu kita gantikan dengan suasana yang diharapkan. Kita ingin agar efektivitas dan efesiensi anggaran tetap terkontrol. Kita ingin agar niat baik untuk menambah jumlah anggaran pendidikan sebesar 20 % ini, benar-benar transparan dan akuntabel. Dan kita juga berkeinginan, agar pendidikan yang kita lakukan, mampu membebaskan warga bangsa dari belenggu kebodohan dan kemiskina. Selamat berhari Minggu,....Salam

Ajat Heryana (Alumni HIMMAKA Bandung)

Jumat, 16 April 2010

Sekretaris Umum HIMMAKA Bandung

BIODATA
Nama Lengkap         : Iir Hariman
Tempat/Tgl.lahir        : Majalengka/28 juli 1988
Alamat asal               : RT/RW 001/003 Desa Kancana kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka
Alamat Sekarang       : Asrama Pameuntasan Komplek Cipadung Permai Kelurahan Cipadung Kecamatan Cibiru                         Kota Bandung
No. Kontak              : 08996854377

RIWAYAT PENDIDIKAN
SD/MI                          : SDN Kancana Kecamatan Cikijing Tahun 1995-2001
SLTP/MTs                    : MTs PUI Kancana Kecamatan cikijing Tahun 2001-2004
SLTA                            : SMAN 1 Cikijing Kabupaten Majalengka Tahun 2004-2007
Perguruan Tinggi             : Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati bandung 2007- Sekarang

Pengalaman Organisasi
1. Sekretaris OSIS MTs PUI Kancana Tahun 2002-2003
2.Pramuka MTs PUI Kancana
3. OSIS SMAN 1 Cikijing
4. SUCIPALA (SMAN Cikijing Pecinta Alam)
5. HIMA Ahwal Syakhsiyah (Kabid Minat dan bakat tahun 2009-2010)
6. HMI Komisariat Syari'ah dan Hukum
7. HIMMAKA Bandung (Anggota bidang Nalar Intelektual tahun 2008, Sekbid Minat bakat Tahun 2009, Sekretaris Umum Tahun 2009-2010)

Motto Hidup : Manusia yang beruntung adalah manusia yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

Selasa, 02 Maret 2010

BIODATA KETUA UMUM HIMMAKA BANDUNG


BIODATA

NAMA LENGKAP             : AAB ABDUL WAHAB
Nama panggilan              : Aab
TTL                             : Majalengka/13 Juni 1988
Alamat Asal                   : Blok Manis Rt 01/01 Desa Salagedang Kecamatan Sukahaji
                                    Kabupaten Majalengka JABAR
Alamat Sekarang            : Kp. Babakan Gaya Kidul Rt 01/03 Kel. Sukamulya Kec. Cinambo
                                    Kota Bandung
No. Kontak                   : 085221718105

PENDIDIKAN
SD/MI                         : SDN Salagedang 1  Tahun 1994-2000
SLTP                           : MtsN Leuwimunding Tahun 2000-2003
SLTA                           : SMAN 1 Rajagaluh   Tahun 2003-2006
PERGURUAN TINGGI      : Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung  Tahun 2006-Sekarang

ORGANISASI
1.       Pimred LPP al-ukhuwah                        Tahun 2004-2006
2.       Ketua PMR SMAN 1 Rajagaluh              Tahun 2004-2005
3.       OSIS SMAN 1 Rajagaluh                      Tahun 2003-2005
4.       RPM SMAN 1 Rajagaluh                       Tahun 2003-2006
5.       Sekretaris Umum IKSAn NAIKI              Tahun 2007-2008
6.       Sekretaris LDPM Sukamulya                  Tahun 2008-2009
7.       Ketua Umum HIMMAKA Bandung          Tahun 2009-2010
8.       PMII Komisariat UIN SGD Bandung        Tahun 2006-Sekarang

MOTTO HIDUP : “Khairunnaas An’fa ’Uhum Linnaas”

Selasa, 23 Februari 2010

Muqadimah

Halo dulur-dulur semua...
Selamat datang di blog kami himmaka bandung. .
Syukur alhamdulilah senantiasa kita panjatkan ke hadirat allah SWT..
Shalawat serta salam selalu tercurah limpahkan kepada rasul kita Muhammad SAW..
Sekilas tentang himmaka bandung..
HIMMAKA Bandung adalah sebuah organisasi daerah yang mempunyai tujuan untuk mengabdikan diri terhadap daerah asalnya yaitu majalengka.Awalnya organisasi ini hannya sebuah paguyuban orang majalengka yang sedang menempuh pendidikan di Kota Bandung, tetapi seiring berjalannya waktu, HIMMAKA berangsur berubah menjadi sebuah organisasi yang mempunyai Visi dan Misi yang jelas.
HIMMAKA didirikan pada tanggal 17 Juni 1974 yaitu oleh Prof. Dr. H. Hendi Suhendi, M.Si, Prof Dr. H. Oyo Sunaryo Muchlas, M.Si.
Hingga Sekarang, HIMMAKA Bandung telah menginjak Usia 36 Tahun. kalau di analogikan yaitu seorang Manusia yang sudah cukup matang dalam usia 34 tersebut.
Mudah-mudahan HIMMAKA Bandung tetap eksis dan tidak pernah melupakan tugas yang sesungguhnya yaitu Mengabdi kepada lemah cai yaitu Majalengka.

Minggu, 07 Februari 2010

SUSUNAN PENGURUS HIMMAKA BANDUNG PERIODE 2009-2010

SUSUNAN PENGURUS


Ketua umum  : Aab Abdul wahab
Sekretaris Umum : Iir Hariman
Bendahara Umum : Tresna Sukmaning Fitri



Bidang-Bidang :

1. Bidang Kaderisasi dan PAO
Ketua Bidang : Cecef Tri Sutrisno
Sekretaris bidang : Degi Ergiawan Munggaran
Anggota
1. Yogi
2. Ayu


2. Bidang Nalar Intelektual
Ketua Bidang : Bambang Samsul Ma'arif
Sekretaris Bidang : Redi Rohaedi
Anggota
1. Yana Mulyanudin
2. Irma lidyawati


3. Bidang Analisis Daerah
Ketua Bidang : Cartono
Sekretaris Bidang : Rifki Dinar Ramdani
Anggota
1. Ria Puspitasari
2. Nurhasanah
3. Eka Adam


4. bidang Kesejahteraan Anggota
Ketua Bidang : Nindi Ridwandi
Sekretaris Bidang : Ade Suryana
Anggota
1. Aim Rahman
2. Mira Mardiani


5. Bidang Minat dan Bakat
Ketua Bidang : Kiki Kurniawan
Sekretaris bidang : Fika Fathul fikar
Anggota
1. Tria Kristya
2. Yandi
3. Jendri
4. Kiki Diana


6. Bidang Pemberdayaan perempuan
Ketua Bidang : Yola Agustina yolanda
Sekretaris Bidang :Aneng
Anggota
1. Ilda
2. Ilna

fhoto-fhoto

kumpulan fhoto-fhoto Himpunan Mahasiswa Majalengka (HIMMAKA) Bandung
 

Acara LDKS dan Temu Pelajar tingkat SLTA Se- Kabupaten Majelngka

Melihat kondisi bangsa ini yang semakin hari semakin terpuruk, tentunya dengan melihat kenyataan bahwasannya banyak masalah yang terjadi, sehingga tentu sosok pemimpin menjadi sorotan berbagi kalangan termasuk juga mahasiswa. banyak yang menilai pemimpin di negri kita hanaya mementingkan dirinya dan megesampingkan kepentingan rakyat banyak. sehingga perlulah kiranya ditanamkan sikap-sikap kepemimpinan yang adil, amanah dan bijaksana sejak dini. atas dasar itulah Pada Hari Sabtu tanggal 23 Januari 2010 yang beretempat di gedung Graha Pemuda Majalengka, Himpunan Mahasiswa Majalengka (HIMMAKA) Bandung mengadakan acara LDKS dan Temu Pelajar Tingkat SLTA se- Kabupaten majalengka.
Acara yang berlangsung meriah ini di ikuti oleh delegasi dari masing-masing sekolah tingkat SLTA yang ada di kabupaten Majalengka. Sekitar 150 orang peserta yang mengikuti acara tersebut, tentunya mereka adalah calon-calaon pemimpin yang harus dibina dan dilatih sejak dini. acara ini sebagai budi bakti HIMMAKA-Bandung terhadap generasi penerus bangsa, khususnya para pelajar SLTA di kabupaten majalengka.
Selanjutnya, acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Majalengka DR. H. Karna Sobahi, M. M.Pd, yang dalam sambutanya beliau mengatakan mendukung sekali acara yang diadakan oleh Himmaka Bandung ini.
Dalam acara tersebut, panitia mengambil tema "Student Ready To Lead" yaitu pelajar siap untuk memimpin, ini dimaksudkan supaya sejak dini para pelajar yang ada di kabupaten majalengka sudah siap dan berani untuk memimpin. baik itu memimpin dirinya sendiri maupun memimpin di tingkat sekolah yang dalam hal ini OSIS dan ekstra Kurikuler yang lain. sehingga apa yang didapat dari pengalaman mengikuti acara tersebut bisa di sampaikan dan di aplikasikan di sekolahnya masing-masing.
Untuk menunjang hal tersebut, panitia menyusun secara cermat susunan dan agenda acara yang akan diberikan kepada peserta. juga dengan menghadirkan pemateri yang tentunya sudah berpengalaman dalam bidang organisasi dan kepemimpinan, yaitu :
1. Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka yaitu bagian DIKMEN
2. H. Yomanius Untung S.Pd (Ketua yayasan STMIK Mardika bandung)
3. Dede Aif Mustafa, S.H
selain itu juga, panitia menyiapkan berbagai hiburan dan doorprize untuk peserta.